L.O.V.E. IS…

Filed under: Uncategorized — frenchflower at 1:21 am on Friday, July 11, 2008

L.O.V.E is….

When u are connected in a way that goes beyond romance, beyond friendship, beyond what u’ve ever had before..

It defies time, distance, and changes in both urselves and ur lives..

And it defies every explanation, except one: purely and simply, u’re soulmates.

You can’t explain it.. You just feel it.

It’s there in the way ur spirit subtly lifts whenever u both talk..

How the sound of his/her voice brings u home in a way u can’t explain..

It’s in the delight u feel when u laugh at exactly the same things..

When u’re with him/her, it’s like a tiny part of the universe shifts into the place it’s supposed to be, and suddenly all is right with the world..

And at the end, u realize that these things, and so many more have made u understand that..

It’s a once-in-a-lifetime, forever connection that could only exists beetween both of u..

(That’s my definition of TRUE LOVE)….

the game of love

Filed under: Uncategorized — frenchflower at 3:40 am on Tuesday, July 8, 2008

What we thought was love and happiness? Is now gone all that’s left is to move on. Say goodbye and walk away. Take your wounded pride put it aside. The game of love you have lost. Your broken heart is the cost. Count your blessings and pray. maybe You will win at the game of love one day. Just learn when to walk away. Your strong enough to say good bye. Don’t hold back it’s okay to cry love hurts sometimes ….

ijinkanlah..

Filed under: Uncategorized — frenchflower at 5:05 pm on Saturday, June 21, 2008

Ya Allah, Izinkanlah Hamba……..

Ya Allah……
  Bila hamba bertemu dengan seseorang
  dan hamba jatuh cinta
  Izinkanlah hamba menjadi yang terbaik baginya
  dan dia yang terbaik bagi hamba

Ya Allah……
  Bila Hamba menjadi istri seseorang
  Izinkanlah diri hamba menjadi pelindung baginya
  izinkanlah wajah hamba menjadi kesenangan baginya
  izinkanlah mata hamba menjadi keteduhan baginya
  izinkanlah pundak hamba menjadi tempat melepas keresahan baginya
  izinkanlah setiap perkataan hamba menjadi kesejukan baginya

Ya Allah……
  Izinkanlah setiap pelukan menjadi jalan untuk lebih mendekat kepadaMu
  izinkanlah setiap sentuhan menjadi perekat cinta kepadaMu
  izinkanlah setiap pertemuan menjadikan kami bersyukur kepadaMu

Ya Allah……
  izinkanlah hati yang sangat halus ini tidak pernah merasa tersakiti
  izinlanlah hati yang rentan ini tidak pernah merasa terkhianati

Ya Allah……
  jiwa kami ada dalam genggamanMu
  maka izinkanlah jiwa kami selalu bertaut dalam cintaMu

Ya Allah……
  permintaan terakhirku, semoga kami berdua selalu berada dalam perlindunganMu

this day..

Filed under: Uncategorized — frenchflower at 9:26 pm on Wednesday, June 11, 2008

this day..hari baru yang diberikan Alloh..semoga jadi hari yang baik..untuk seterusnya..lebih baik dari sebelumnya..

happy belated b’day..

Filed under: Uncategorized — frenchflower at 9:46 pm on Friday, June 6, 2008

Happy belated b’day..long life, happy love and life..may Alloh wipe my sadness..replace it with happiness..lebih baik kedepannya, lebih banyak joy and happiness ..being “the luckiest” girl in the world..”

Selamat ulang tahun..panjang umur, murah rejeki, great love and life..Alhamdulilah, dari teng jam 12 malem udah banyak yang ngucapin itu..it sounds nice..hehe..hmm..bahagianya.. J

Hari ini, I’m 27 years old. Alhamdulilah, diberi rejeki dan kebahagiaan yang berlimpah. Sadness?failed?hurt?

Ada

pasti. L Tapi yah..let gone bygone. Bukannya PASTI, Dibalik segala kesukaran terdapat segala kemudahan? never be skeptic. InsyaAlloh..

Bahagia? Pasti. Belated b’day kok..masak unhappy.. hihi..J

Many hopes here. Banyak doa yang terlantun disini. Semoga bisa jadi orang yang lebih baik, wiser, lebih mature, lebih independent, lebih humble..dan lebih istiqomah kedepannya.Many hopes.

Sometime masih ngerasa banyaaak sekali kekurangan daripada kelebihnya. The real fact nya memang begitu. Jadi, pengeeen banget memperbaikinya. Be a better person, each day, continously…terus dan terus.. InsyaAlloh.

Bless me ya Alloh, shower me with

ur

Rahmatan lil ‘alamiin.Dengan kasih sayang dan maaf –Mu. Jadikan saya yang banyak kurangnya ini sebagai orang yang lebih  tawadhu’, lebih istiqomah dan lebih sholihah. Give me an opportunity to fix my faults, memperbaiki my failure..becomes a better person..dan pssst…(let this become our little secret..:D) ketemu a person yang memang “he’s the one”..a true soulmate..hehe.. J amiin..

Sayangilah muridmu yang pandai karena dia akan jadi guru, Sayangilah muridmu yang bodoh karena dia akan menjadi pejabat

Filed under: Uncategorized — frenchflower at 12:39 am on Sunday, June 1, 2008

Bukan maksud saya untuk mengatakan bahwa semua pejabat yang saat ini duduk di perusahaan atau pejabat yang duduk di pemerintahan atau pejabat manapun dulunya adalah berasal dari anak-anak yang bodoh. Tapi kalau ada yang merasa begitu ya tidak apa-apa

kan

guys?

Maksud saya, itu hanyalah sebuah istilah yang menggambarkan bahwa untuk menjadi seorang guru kita harus mampu mengenal dan memahami anak didik kita apa adanya. Tanpa membuat deskriminasi atau menganak emaskan anak didik yang pandai atau yang kurang pandai. Makhluk kecil yang bernama anak didik punya karakter yang berbeda-beda. Tapi apapun bentuknya makhluk mungil itu datang kepada kita untuk belajar dengan kita, belajar untuk mengenal dan memahami dirinya sendiri dan alam sekitarnya. Sebagai seorang guru, kadang kita akan merasa emosional ketika menghadapi anak didik yang lemah daya tangkapnya. Nah, itulah tantangan untuk bisa melembutkan hati dan pikiran (ini kalau katanya atasanku*) dalam mengajar. YA, bagaimana caranya agar kita bisa memperlihatkan karakter yang simpatik, empati dan ramah tamah menyerupai karakter guru- guru mereka saat masih di Taman Kanak- Kanak sehingga kita bisa merebut hati para makhluk mungil itu.

Jangan pernah memberi cap ‘anak bodoh’, pada anak didik kita. karena itu akan meruntuhkan motivasi mereka untuk menjadi lebih baik. Kalau saya pernah baca, dulu Albert Enstein adalah anak yang di anggap bodoh di kelasnya dan dikeluarkan dari kelas oleh gurunya. Tapi akhirnya dia justru menjadi penemu atau ilmuan yang ilmunya sampai sekarang dan kapapun justru akan di pakai dan di pelajari.

Itu artinya sebagai guru kita harus bisa membagi perhatian kita pada semua makhluk mungil anak didik itu. Anggap saja semua itu anak kita. Guru, profesi yang saya tidak bayangkan sebelumnya, tapi saya mulai mencintai profesi ini. Anak-anak adalah interest saya sejak lama, dan saya menemukannya disini. Saya memang orang baru di dunia pendidikan, dan guru bukan cita-cita saya. tapi karena saya sudah terjun di sini, saya ya ingin menjadi guru yang baik. untunglah di tempat bekerja saya sekarang saya mendapat partner yang mampu dan maju.

Tantangan dalam kehidupan guru memang tidak mudah. Kebanyakan hidup dengan gaji kecil, sarana dan prasana pendidikan minim, fasilitas yang mengundang air mata, terkadang dicaci maki dan disumpahserapahi kalau ada apa-apa dengan pendidikan. Pokoknya derita guru adalah tumpukkan kesedihan. Tetapi, tetap tegar berjuang demi profesi mulia. Saya sendiri bersyukur bisa mengajar di sekolah yang lengkap fasilitasnya, semoga saja niat baik saya untuk menjadi guru, pendidik bisa berhasil dan diterima banyak orang.

Bagaimanapun juga keberhasilan anak didik, adalah keberhasilan guru. kegagalan anak didik adalah kegagalan guru.

tawadhu’,.Masihkah kita?saya?and? semoga..

Filed under: Uncategorized — frenchflower at 12:27 am on Sunday, June 1, 2008

Tiada satu pun karunia yang diperoleh seseorang yang bersikap tawadhu kepada Allah, kecuali Allah meninggikan derajatnya." (HR Muslim).
Hadis di atas menjamin ganjaran yang bakal diterima seseorang jika tawadhu. Menghilangkan kesombongan, tinggi hati, merasa hebat, dan segudang penyakit hati lainnya. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun seberat biji sawi." (HR Abu Dawud).
Manusia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Pemahaman yang benar terhadap hal tersebut seharusnya tidak melahirkan orang kaya yang merasa lebih hebat dibanding lainnya. Pejabat merasa lebih terhormat ketimbang rakyat biasa, kiai merasa lebih benar daripada santrinya, atau generasi tua merasa lebih tahu ketimbang yang muda.
Hadis di atas seharusnya cukup membuat kita sadar dan takut. Shalat, puasa, zakat, haji, dan segudang amal saleh lainnya tidak menjamin kita masuk surga jika di dalam hati kita masih ada setitik kesombongan.
Bahkan, pejabat setingkat presiden pun tidak berhak sombong. Hal ini dikisahkan dalam hadis riwayat Ibnu Majah. Diceritakan seseorang yang gemetar ketakutan ketika menemui Rasulullah yang dipersepsikan sebagai raja diraja. Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh hina engkau.
Sesungguhnya, aku bukanlah seorang raja. Aku hanyalah anak seorang wanita yang memakan dendeng di Makkah." Subhanallah, betapa agungnya ketawadhuan Nabi SAW. Muhammad bin Abdullah yang seorang Nabi, kepala negara, kepala pemerintahan, raja, panglima militer, pengusaha sukses, pendidik, dan manusia yang dijamin masuk surga tidak membuatnya sombong sedikit pun.
Ketawadhuan beliaulah yang patut diteladani, diikuti, dan ditiru.

Seperti telah disebut dalam Alquran surat Alahzab ayat 21, "Sesungguhnya, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang berharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."
Marilah membuang jauh-jauh kesombongan dalam menjalani hidup yang singkat ini, seberapa pun hebatnya kita. Karena, sesungguhnya kekayaan, jabatan, ilmu, tubuh yang sempurna, wajah cantik, kecerdasan, dan bahkan anak istri kita adalah milik Allah yang dititipkan pada kita.

Sesungguhnya, orang yang berlaku tawadhu zaman sekarang ini sangatlah sedikit. Apakah kita termasuk di antara mereka? Mudah-mudahan. InsyaAlloh.

ujian untuk menjadi lebih mulia

Filed under: Uncategorized — frenchflower at 9:52 pm on Friday, February 1, 2008

Kata orang, hidup ini layaknya roda kehidupan. Kadang berada di atas, kadang berada di bawah. Ada pula yang bilang hidup ini seperti ombak di pantai. Kadang tenang, namun tak jarang pula menghantarkan gelombang yang begitu kencang. Apa pun perumpamaan manusia terhadap kehidupan ini, intinya adalah hidup ini ga akan setenang air di dalam kolam. Akan ada goncangan-goncangan, hambatan-hambatan, dan ujian-ujian yang bermacam-macam bentuknya. It’s definitely right, saya juga sering merasakannya, bahkan beberapa bulan belakangan ini saya merasakan “hantaman” itu..(huaduh bahasanya..^_^), tapi Alhamdulilah wa syukurillah ya Rabb, berbuah manis Terkadang manusia seringkali merasa tidak mampu untuk menghadapi cobaan-cobaan hidup. Jujur, as a ordinary people, especially a human being, absolutely, saya juga mengalaminya. Bahkan banyak pula yang tak menyadari bahwa semua nikmat dan semua ujian itu hanya berasal dari satu sumber. Semua itu berasal dari pemilik seluruh jiwa-jiwa manusia dan penguasa seluruh hati-hati manusia, yaitu Alloh, Sang Maha Kuasa. Parahnya, ada juga yang menyesali diri sendiri, menganggap nasib diri terlalu sial, sehingga tak pernah mendapatkan kebahagiaan dalam hidup. Pernah denger cerita sebuah cangkir cantik yang dipajang di sebuah etalase toko? Begini ceritanya. Sebelum berada di sana, ia hanyalah seonggok tanah liat yang sama sekali tidak dihiraukan orang. Kemudian seorang pengrajin mengambil dirinya, membentuk tanah liat itu, kemudian membakarnya di dalam perapian. Sang tanah liat sempat marah dan benci terhadap perlakuan yang diterimanya. Ia harus menahan sakit dan kepanasan. Tak sampai di situ, ia harus rela dicat dengan berbagai warna, kemudian dibakar lagi. Segala macam perlakuan sungguh tidak mengenakkan baginya. Namun apa yang terjadi, setelah semua proses selesai, sang tanah liat mendapati dirinya telah menjadi sebuah cangkir cantik. Ia bukan lagi seonggok tanah liat yang bau, tapi ia telah menjadi sosok baru dan tentu saja lebih baik. Mungkin kita sebagai manusia, seringkali berpikir seperti tanah liat tadi. It’s nature, manusiawi. Ujian-ujian yang mendatangi di setiap detik kehidupan selalu ditanggapi dengan ketidaksabaran, keluh kesah, dan ketidakikhlasan. Tak jarang mungkin di antara kita merasa terlalu dibebani dengan amanah-amanah, merasa hanya diri sendiri yang diberi ujian, sedang orang lain bisa bersenang-senang, dan ada juga yang justru berhenti dan tidak mau lagi berbuat karena merasa terlalu lelah, fatigue, dan kecewa. Belum lagi kondisi lingkungan, keluarga, dan teman-teman yang seringkali cuek, tidak perduli, dan sibuk dengan urusan masing-masing. Tapi coba deh kita lihat kisah si gelas cantik tadi. Lihatlah, setelah semua proses berlalu, seonggok tanah liat telah menjadi sebuah gelas cantik. Betapa indahnya perubahan itu. Saat ini saya, anda mungkin sedang diuji berbagai macam masalah, mulai dari masalah di keluarga, orang tua, teman-teman, tempat kerja, tapi percaya bahwa Alloh sedang membentuk kita. Bisa jadi kita tidak menyukai bentukan itu, tapi sebenernya hanya “sedkit” lebih bersabar. Bukankah selalu ada kemudahan setelah kesusahan? Ingat, awan tak selamanya mendung, sekali waktu ia akan cerah berawan menaungi langit. Bahkan angin topan pun tak selamanya meniupkan angin kencangnya, pada waktunya ia akan tenang dan reda kembali. huaduuh..sok puitis ni..hehe. Enggak kok, bukan sok puitis, begitu metaforanya. Dulu, ada teman pernah bilang, kalau merasa diri sedang mendapatkan ujian yang begitu berat, berbaik sangkalah kepada diri sendiri dan kepada Alloh. Ingat bahwa Alloh selalu menurut persangkaan hamba-Nya. Anggap saja saat diuji dengan berbagai masalah, kita sedang dalam masa ujian layaknya anak sekolah. Untuk bisa naik tingkat, harus ada ujian untuk menguji kesiapan. Makin tinggi tingkat, makin tinggi pula level kerumitan ujian yang diberikan. Percaya deh, kalau berhasil menghadapi ujian ini, akan berhasil naik tingkat di mata Alloh, menjadi mukmin sejati. Alloh tidak akan memberikan suatu ujian sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. Kalau Alloh saja yakin kita mampu, masa kita sendiri tidak yakin dengan kemampuan diri? Buat yang saat ini sedang diuji oleh Alloh (termasuk saya, hehe), apapun bentuk ujian itu, bergembiralah dan bersabarlah. Bergembira karena ujian berarti Alloh masih peduli dan sayang sama kita, untuk itu ia memberikan ujian agar kita lebih kuat, lebih bijak, dan lebih mulia. Alloh ingin kita menjadi lebih baik di hadapan-Nya. Setelah itu, bersabarlah karena sesungguhnya kesabaran akan membuahkan ketenangan jiwa, kekuatan hati, dan sungguh Alloh selalu bersama orang-orang yang sabar. Bersabarlah, karena Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang beriman, justru manusia lah yang seringkali meninggalkan sang penciptanya. Apakah yang diperoleh orang-orang yang telah kehilangan Alloh dari dalam dirinya? Dan apakah yang harus dicari oleh orang-orang yang telah menemukan Alloh di dalam dirinya? Sungguh antara yang pertama dan kedua tidak akan pernah sama. Orang kedua akan mendapatkan segalanya, dan orang pertama akan kehilangan segalanya. Wallahualam

menggapai ridho lewat menikah

Filed under: Uncategorized — frenchflower at 9:49 pm on Friday, February 1, 2008

“Kapan menikah?” mungkin itu common question yang diajukan lingkungan sekitar kepada kita yang sudah dirasa ‘cukup’ dalam segala hal untuk yang satu itu. InsyaAlloh   dimudahkan dan disegerakan Alloh..itu pasti jawaban saya jika ada yang menanyakan hal tersebut kepada saya, dan memang benar-benar dimudahkan sepertinya..saya merasakannya. Walaupun pada akhirnya itu terserah pada Alloh melalui keputusan saya juga. Yah, destiny meet choice..hehe. Di sebuah buku yang baru saya baca ada suatu hadist yang berbunyi,”Menikahlah, karena engkau akan menjadi kaya”, sabda Rasullullah ini mengingatkan saya betapa “besarnya” manfaat menikah. Kata kaya disini memiliki banyak makna, tidak hanya semata2 mengacu kepada harta. Lebih dari itu, dijelaskan juga bahwa menikah artinya menetramkan batin, menambah keluasan jiwa dan membuat seseorang menjadi lebih arif dalam menjalani hidup. makna terdalam dalam proses menikah  adalah menyempurnakan sebagian dari agama, mengikuti sunah Rasul. Terdapat banyak hikmah yang terkandung dalam pernikahan. Dengan pernikahan maka manusia telah mengamalkan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Setiap pasangan pstimengahrapkan pernikahannya jadi berkah dan selalui diridhai Allah, orangtua dan keluarganya. Doa yang selalu diucapkan untuk pasangan baru adalah sakinah, mawaddah dan rahmah. Tapi tahukah kita bahwa untuk mewujudkannnya tidak semudah mengucapkannya. Saya yakin, ada banyak pekerjaan disana, pengorbanan, kekuatan dan keteguhan hati agar perjalanan rumah tangga berjalan sesuai harapan.

“Dunia adalah harta kekayaan yang sangat mahal harganya dan sebaik-baik harta kekayaan didunia adalah wanita yang sholihah” (HR. Muslim). Perempuan sholihah diibaratkan tiang. Dan tiang rumah tangga akan tegak oleh ketakwaan. Sebab ketakwaan kan akan melunakkan hati, menjernihkan jiwa serta pintu untuk menjalankan hak dan kewajiban berumah tangga.

Tapi bukan laki-laki saja yang dapat memilih calon istri. Perempuan juga berhak memilih pasangan hidupnya. Bahkan perempuan harus ekstra “hati-hati” memilih calon suami. Karena dengan menikah, perempuan akan menyerahkan jiwa raganya, kehidupannnya, susah dan senangnya kepada seorang laki-laki yang bukan bagian dari keluarganya. Laki-laki asing yang tidak memiliki ikatan darah. Seorang laki-laki yang tidak pernah serumah dengannya. Seperti yang diibaratkan Rasulullah “pernikahan adalah suatu penghambaan,  hendaklah setiap orang diantara kamu memperhatikan dimana ia meletakkkan putrinya” (HR baihaqi).

            Bagaimanapun posisi laki-lakiyang memegang talak. Jika tidak cocok, maka ia akan lebih mudah menceraikan istrinya. Berbeda dengan perempuan, meski dapat menggugat cerai, tapi prosesnya relative sulit. Maka memilih calon suami secara seksama adalah keharusan bagi perempuan agar di kemudian hari tidak terjadi penyesalan yang akhirnya berbuah perceraian.Rasulullah sangat menganjurkan kepada umatnya untuk menikahi orang yang benar-benar kuat agamanya dan mulia akhlaknya. Dalam sebuah riwayat disebutkan, seorang laki-laki datang kepada Hasan Bin Ali, cucu Rasulullah.”Ya Hasan,putriku akan dipinang, kepada siapa aku akan menikahkannya?” Hasan menjawab, “nikahkanlah putrimu dengan orang yang bertakwa. Sebab bila ia mencintai putrimu,pasti ia akan menghormati dan memulikannya. Dan bila  tidak mencintai putrimu, pasti tidak akan menzhaliminya”. Laki-laki baik adalah untuk perempuan baik dan perempuan baik adalah untuk laki-laki baik. Janji Allah inilah yang selalu menjadi pedoman keyakinan saat menapaki kehidupan berumah tangga.. Dengan begitu  InsyaAlloh saya tidak akan  pernah menyesal dan berpikir untuk mengakhiri ikatan suci yang terucap dihadapan Allah.

: Janganlah seorang mukmin membenci istrinya yang mukminah. Kalaupun ia membenci salah satu akhlaknya, tentu ia menyenangi akhlak lannya. (HR Muslim kitab Ar Radha). Bagaimanapun juga tidak ada manusia yang sempurna. Setiap individu memiliki kekurangan yang mungkin sulit untuk diubah. Saya pun demikian. Masih banyak kekurangan saya yang harus saya perbaiki dan saya harapkan “someone out there” mau menerimanya, dan InsyaAlloh mendidik dan mengingatkan saya, begitupun saya sebaliknya padanya, mau menerima ia apa adanya.

Namun yang selalu harus diingat dan saya pegang adalah, apa yang nampak tidak baik dimata kita belum tentu tidak baik dimata Allah. Satu doa saya selalu saya panjatkan Ya Allah, berilah saya pasangan yang mendidik dunia dan akhirat, pasangan yang kelak mau selalu berjalan di jalanMu selalu agar rumah tangga saya kelak adalah rumah tangga yang penuh syukur, keikhlasan,keterbukaan dan ketakwaan dan menuju sakinah, mawaddah dan Warahmah Mu Yaa Rabb.. InsyaAlloh.,

dimana letaknya keindahan pakaian?

Filed under: Uncategorized — frenchflower at 9:28 pm on Saturday, May 19, 2007

Mungkin Anda memiliki seorang sahabat atau saudara yang selalu terlihat pantas mengenakan pakaian dengan warna dan motif apapun. Seorang sahabat saya, salah satu yang demikian. Hampir setiap kali saya bertemu dengannya, komentar singkat selalu saya berikan untuk pakaian yang dikenakannya, “Bajunya bagus. Tambah keren aja pakai baju itu…”
Orang yang sangat sederhana, setiap kali mendapat komentar itu, ia selalu menjawabnya dengan kalimat standar, “Alhamdulillah, murah kok ini mbak… gak mahal”
Nampaknya, ia tahu persis jawaban yang kemudian keluar dari mulut saya selanjutnya. Bahwa saya akan selalu mengatakan, “sebenarnya pakaian yang bagus , bukan terletak pada motif dan desainnya. Bukan pula karena harganya, melainkan pada seberapa besar rasa syukur kita saat memiliki dan mengenakannya”
Kemudian dia selalu tersenyum-senyum , bukan menertawakan kalimat saya, melainkan malu mendapatkan kalimat itu ditujukan kepadanya. Tetapi jujur saja, saya memang sangat mengenal sahabat yang satu ini dengan rasa syukurnya yang luar biasa. Setidaknya, ia sangat konsisten untuk senantiasa bersyukur atas setiap nikmat yang didapatnya. Caranya pun beragam, dari ‘sekadar’ ucapan “Alhamdulillaah” hingga bersedekah.
Allah, katanya, akan menambah nikmat untuk setiap nikmat yang kita syukuri. Jangan pernah berharap Allah akan menambah nikmat jika kita belum bisa mensyukuri yang ada. Bukan nikmat, justru adzab yang bakal didapat jika kita mengingkari nikmat dari-Nya.
Kembali ke soal pakaian. Saya pun mengenal seseorang yang cukup dekat. Puji syukur ia diberi kenikmatan oleh Allah mendapatkan kekayaan harta. Namun saya tahu, ia sering meninggalkan shalatnya dengan berbagai alasan. Pakaian-pakaiannya selalu ber-merk terkenal dengan harga di atas 500 ribu rupiah. Tak hanya pakaian, sepatu atau alas kakinya pun tak pernah berharga di bawah 400 ribu sepasang.
Yang cukup mengejutkan, saat saya tahu ia kerap menghabiskan uang dalam jumlah yang banyak hanya untuk membeli pakaian. “Satu baju paling hanya dipakai 2-3 kali saja, selebihnya dibiarkan menggantung rapih di lemari, ” katanya suatu kali. . Setiap kali mengenakan pakaiannya, ia sering menggerutu, mengeluhkan kekurangan-kekurangan pakaian yang baru dibelinya itu. Karenanya, setiap pekan selalu ada dua atau tiga kemeja baru yang dibelinya. Begitu pun dengan barang-barang lainnya, dari sepatu hingga kendaraan yang sering gonta-ganti. Sebulan sekali ia ganti sepatu, sedangkan mobil bisa bertukar satu tahun sekali.
Jadi, di mana sebenarnya sih  letak keindahan pakaian? Bukan karena harganya yang mahal, bukan pula pada warna, desain atau motif indahnya. Kita senantiasa akan terlihat rapih, pantas dan berseri mengenakan pakaian apapun jika mengiringinya dengan rasa syukur. Tidak peduli berapa harga pakaian tersebut, sebab rasa syukur itu memberikan aura kebahagiaan yang memancarkan pesona bagi siapa saja yang ditemuinya.
Seperti sahabat saya itu, baju seharga 25 ribu rupiah pun tetap membuatnya menyenangkan untuk dilihat dan diajak bergaul. Semoga…

« Previous PageNext Page »