cinta, kekayaan kesuksesan

Filed under: Uncategorized — frenchflower at 5:21 am on Tuesday, September 16, 2008

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah,dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.

Wanita itu berkata: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar.Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut.

Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang? Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar. “Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali, katapria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini. Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. “Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama”, kata pria itu hampir bersamaan.”Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran. 

Salah seorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,”katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. 

Sedangkan aku sendiri bernama Cinta.

Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu. Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar.

Suaminya pun merasa heran. “Ohho…menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan. Istrinya tak setuju dengan pilihan itu.

Ia bertanya, “sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen gandum kita. “Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu.

Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta. Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam.

Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita. Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “Siapa diantara Anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.

Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. “Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga? Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar.

Namun, karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya.

Dimana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta.

Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta.

Dan hanya si Cinta yang bisa melihat.

Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.

 

unforgiven?or….

Filed under: Uncategorized — frenchflower at 7:02 pm on Saturday, September 13, 2008

Waktu ngobrol dengan seorang sahabat, ada satu pernyataan dia yang bikin saya “tergelitik” dan mau gak mau jadi tersenyum simpul. “love hurt sometime, eh enggak dink. Mostly..hehehe” he said. “lho kok bisa to?” kata saya sambil senyum-senyum. “ya iya, kadang ga sesimple yang kita harapkan. Maunya kan, ketemu yang cocok, kenal, bla.bla..bla..jadi dan finally know he’s the one and she’s the one” maunyaa.. tapi, gak sesimpel itu kan. Menikah itu menyatukan kedua keluarga, kedua kepala, kita dan dia. Complicatednya begini. Pas kitanya cocok, orang tua ma keluarga ga welcome. Pas lagi pengen “take a breath” ntar2 dulu..orangtua “semangat banget. Kadang udah sukaa banget tau2 do’i mutusin lah, gak cocok lah…nyesek bener.Susah buk.” Panjang lebaaar dia ngomong, saya manggut-manggut aja, hehe. Sahabat saya yang satu ini emang anaknya kocak. He’s a good listener. Tapi kalo curhat juga slalu panjang di kali lebar, di tambah panjang lagi..dikali lebar lagi, huehehehe. Tapi gak papa, he’s nice person actually. “iya juga ya..ngg..kadang memang love being the most complicated things in our life ya..” kata saya nanggapin. “tul! Bener banget!Exactly”. Dia semangat banget..halah..hehe. Lucunya anak ini..^_^ tapi itu yang bikin saya betah temenan ma dia dari jaman susah dulu..hihi.Dia teman saya di UGM dulu. Teman jaman gak enak, hehehe. Tapi alhamdulilah,persahabatan kami bisa awet sampai sekarang. Diantara sahabat-sahabat lainnya,dia termasuk salah satu sahabat yang selalu care dengan saya.
Iya, emang dia gak salah. Hal yang satu itu memang slalu menarik buat jadi topic obrolan. I like that topic. Ya iyalah, all about love siapa juga yang ga suka talked bout that, selama masih normal dalam artian masi tertarik sama lawan jenis ya menarik2 aja to buat dibahas. Kecuali udah mati rasa, rugi bener tapi..Hihi.
Hmfff..ya menyatukan cinta itu kadang gak semulus yang dibayangkan. Penuh onak dan duri…halaaah…bahasanyah..^_^
Perlu strong commitment didalamnya, dan honesty from the beginning till the end. Honesty in love menurut saya itu “must have item” dan basic principle. Tanpa itu, well, looks like ga akan running well, kalo gak mau dibilang nonsense sih. Tapi nonsense terlalu ekstrem kali ya.
Tanpa honesty memang love will be hurt. Really hurt. Terkadang gak Cuma buat kita sendiri, tapi imbas “hurt” itu bisa melebar ke orang2 dekat sekitar kita. Kena juga. Keluarga contohnya. Ketika hubungan cinta gak berjalan mulus, tapi keluarga udah terlanjur ikut berperan di dalamnya, they will be hurt also, dan kalo udah begitu…fiuuh…ribet. Alamat genderang perang antar keluarga bisa ditabuh, kalo gak bijaksana menyikapinya. Hmff..well, love is soo complicated sometime..^_^ jangan sampai seperti itu, mudah2an., Perang antar keluarga, putus silaturahim,. Yang wise aja lah. We already mature, actually.Tapi kalo pada akhirnya malang tak bisa ditolak, untung tak bisa diraih, mo gimana lagi?yah..maybe the worst things wil be happen. Putus silaturrahiim. Parah ya..
Yang paling berasa tentu aja yang bersangkutan. The couple. Entah siapa yang merugikan atau yang dirugikan, there will a worst thing happen among them, yang paling ringan ya perang mulut, trus putus silaturrahiim, dan ..hii..balas dendam. Wah.. Khusus buat balas dendam, itu pasti pihak yang dirugikan yang have that idea. Ya ampun.
Satu pertanya menggelitik lagi dari sahabat saya itu, yang ngebuat saya agak tersentak dengernya. “kamu mau maafin dia, seseorang yang menyakiti kamu..yang bikin love feel so hurt,sangat menyakiti..bisa, kamu memaafkannya?” he asked me. “I will try. Saya coba, walaupun sebagai manusia biasa, melapangkan dada itu pekerjaan yang sulit mas.” Saya menjawab. “trus gimana caranya kalo menurut kamu?” dia nanya lagi. “ firstable, tentu aja saya marrraaahh..hehehe. Lha wong manusia biasa kok. Kedua, kalo udah cukup tenang, saya mikir..ooo..gak worthed ya marah2.Ada hikmahnya InsyaAlloh, mungkin saya diselamatkan dari yang buruk. Ketiga, kadang kalo saya sih, masih ada perasaan jengkel,manusiawi lah. Kadang inget hal yang menyakitkan itu sometime..tapi yah…di reduce, ditekan sebisa mungkin lah. Keempat, husnudzon..lagi, dan finally memaafkan yang pernah menyakiti saya. Melapangkan dada…walopun ya ampun.. sulit pasti” .
Ngedenger itu dia tersenyum. “nice answer” , katanya, keliatan puas banget.
Yaah…melapangkan dada, mengikhlaskan sesuatu itu memang gak mudah. Tapi ya, ujian sesaat aja, apapun bentuknya..Kegagalan, kehilangan, kematian, apapun, Cuma ujian. I believe that. Berarti yang Maha paling Maha masih punya “cinta” ke kita dengan ngasih “sedikit” ujian. Lulus?brarti naik derajat.
Mau? Saya mau. InsyaAlloh..saya mau lulus “ujian” itu, walopun untuk itu saya harus punya hati yang lapang,dan itu tidak mudah.. ..Amiin, semoga Alloh Ridho….

unforgiven?or..

Filed under: Uncategorized — frenchflower at 6:57 pm on Saturday, September 13, 2008

Waktu ngobrol dengan seorang sahabat, ada satu pernyataan dia yang bikin saya “tergelitik” dan mau gak mau jadi tersenyum simpul. “love hurt sometime, eh enggak dink. Mostly..hehehe” he said. “lho kok bisa to?” kata saya sambil senyum-senyum. “ya iya, kadang ga sesimple yang kita harapkan. Maunya kan, ketemu yang cocok, kenal, bla.bla..bla..jadi dan finally know he’s the one and she’s the one” maunyaa.. tapi, gak sesimpel itu kan. Menikah itu menyatukan kedua keluarga, kedua kepala, kita dan dia. Complicatednya begini. Pas kitanya cocok, orang tua ma keluarga ga welcome. Pas lagi pengen “take a breath” ntar2 dulu..orangtua “semangat banget. Kadang udah sukaa banget tau2 do’i mutusin lah, gak cocok lah…nyesek bener.Susah buk.” Panjang lebaaar dia ngomong, saya manggut-manggut aja, hehe. Sahabat saya yang satu ini emang anaknya kocak. He’s a good listener. Tapi kalo curhat juga slalu panjang di kali lebar, di tambah panjang lagi..dikali lebar lagi, huehehehe. Tapi gak papa, he’s nice person actually. “iya juga ya..ngg..kadang memang love being the most complicated things in our life ya..” kata saya nanggapin. “tul! Bener banget!Exactly”. Dia semangat banget..halah..hehe. Lucunya anak ini..^_^ tapi itu yang bikin saya betah temenan ma dia dari jaman susah dulu..hihi.Dia teman saya di UGM dulu. Teman jaman gak enak, hehehe. Tapi alhamdulilah,persahabatan kami bisa awet sampai sekarang. Diantara sahabat-sahabat lainnya,dia termasuk salah satu sahabat yang selalu care dengan saya.
Iya, emang dia gak salah. Hal yang satu itu memang slalu menarik buat jadi topic obrolan. I like that topic. Ya iyalah, all about love siapa juga yang ga suka talked bout that, selama masih normal dalam artian masi tertarik sama lawan jenis ya menarik2 aja to buat dibahas. Kecuali udah mati rasa, rugi bener tapi..Hihi.
Hmfff..ya menyatukan cinta itu kadang gak semulus yang dibayangkan. Penuh onak dan duri…halaaah…bahasanyah..^_^
Perlu strong commitment didalamnya, dan honesty from the beginning till the end. Honesty in love menurut saya itu “must have item” dan basic principle. Tanpa itu, well, looks like ga akan running well, kalo gak mau dibilang nonsense sih. Tapi nonsense terlalu ekstrem kali ya.
Tanpa honesty memang love will be hurt. Really hurt. Terkadang gak Cuma buat kita sendiri, tapi imbas “hurt” itu bisa melebar ke orang2 dekat sekitar kita. Kena juga Keluarga contohnya. Ketika hubungan cinta gak berjalan mulus, tapi keluarga udah terlanjur ikut berperan di dalamnya, they will be hurt also, dan kalo udah begitu…fiuuh…ribet. Alamat genderang perang antar keluarga bisa ditabuh, kalo gak bijaksana menyikapinya. Hmff..well, love is soo complicated sometime..^_^ jangan sampai seperti itu, mudah2an., Perang antar keluarga, putus silaturahim,. Yang wise aja lah. We already mature, actually.Tapi kalo pada akhirnya malang tak bisa ditolak, untung tak bisa diraih, mo gimana lagi?yah..maybe the worst things wil be happen. Putus silaturrahiim. Parah ya..
Yang paling berasa tentu aja yang bersangkutan. The couple. Entah siapa yang merugikan atau yang dirugikan, there will a worst thing happen among them, yang paling ringan ya perang mulut, trus putus silaturrahiim, dan ..hii..balas dendam. Wah.. Khusus buat balas dendam, itu pasti pihak yang dirugikan yang have that idea. Ya ampun.
Satu pertanya menggelitik lagi dari sahabat saya itu, yang ngebuat saya agak tersentak dengernya. “kamu mau maafin dia, seseorang yang menyakiti kamu..yang bikin love feel so hurt,sangat menyakiti..bisa, kamu memaafkannya?” he asked me. “I will try. Saya coba, walaupun sebagai manusia biasa, melapangkan dada itu pekerjaan yang sulit mas.” Saya menjawab. “trus gimana caranya kalo menurut kamu?” dia nanya lagi. “ firstable, tentu aja saya marrraaahh..hehehe. Lha wong manusia biasa kok. Kedua, kalo udah cukup tenang, saya mikir..ooo..gak worthed ya marah2.Ada hikmahnya InsyaAlloh, mungkin saya diselamatkan dari yang buruk. Ketiga, kadang kalo saya sih, masih ada perasaan jengkel,manusiawi lah. Kadang inget hal yang menyakitkan itu sometime..tapi yah…di reduce, ditekan sebisa mungkin lah. Keempat, husnudzon..lagi, dan finally memaafkan yang pernah menyakiti saya. Melapangkan dada…walopun ya ampun.. sulit pasti” .
Ngedenger itu dia tersenyum. “nice answer” , katanya, keliatan puas banget.
Yaah…melapangkan dada, mengikhlaskan sesuatu itu memang gak mudah. Tapi ya, ujian sesaat aja, apapun bentuknya..Kegagalan, kehilangan, kematian, apapun, Cuma ujian. I believe that. Berarti yang Maha paling Maha masih punya “cinta” ke kita dengan ngasih “sedikit” ujian. Lulus?brarti naik derajat.
Mau? Saya mau. InsyaAlloh..saya mau lulus “ujian” itu, walopun untuk itu saya harus punya hati yang lapang,dan itu tidak mudah.. ..Amiin, semoga Alloh Ridho….