ikhlas…
Rabb…betapa sulitnya untuk mengikhlaskan sesuatu yang kita sayang..
Kata-kata itu yang saya bisikkan dalam hati..when know someone yang dekat, someone yang selama ini encourage, membela, melindungi dan begituuu baik dengan kita. One weeks ago i lost that someone. He’s my father’s best friend, dan a second father for me. He passed away..last night nya, sebelum beliau passed away..saya punya rencana menelponnya, just wanna say "hi", know his condition. Tapi..yah..rencana tinggal rencana. Rencana Alloh lebih berkuasa dari segalanya. I called him ‘pakdhe Hadi" and he always call me " nduk" or "nok". Panggilan "nduk" atau "nok" itu, buat orang Jawa, dalem artinya. There must be someone special, orang yang disayang dalam keluarga yang dapet panggilan itu. Everybody yang kenal my father dan pakdhe Hadi, pasti bilang if they are a soulmate. A truly soulmate. Persahabatannya dekat, dan InsyaAlloh tulus. He lived in Semarang. Orangnya baiiiik sekali. Humble, walopun beliau orang yang berpengaruh in central Java.Dengan materi yang berlebih2..dengan power yang kuat, he can do anything. Tapi beliau tidak. Orangnya begitu humble, tawadhu’, humoris, dekat dengan siapapun, gak pernah milih, dari pejabat sampai tukang sapu, dari gubernur sampai tukang becak, dari presiden sampai bakul di pasar, siapapun. About "presiden", it’s true. Karena beliau memang punya akses kesitu.
Saya dekat dengan beliau, beliau yang pernah memberikan "warna" yang begitu "colorfull" di hidup saya. Beliau yang membuat saya merasa, bahwa beside my parents, ternyata ada orang lain yang begitu care dengan saya , like his daughter. Beliau yang begitu care, sampai kehidupan "pribadi" pun begituuu care dan dengan bebasnya curhat.. , beliau yang begitu membela saya ketika ada yang berlaku tidak adil kepada saya..Ya Rabb..i’m so lost..kehilangan sekali, sambil menulis ini pun, truly, i can’t hold my tear drop. Beliau yang encourage me, to involve in politic, as my career someday. InsyaAlloh, i’ll fight for that. I’ll do my best, InsyaAlloh.
That day, 19 Agustus 2008, was my cloudly day. I hope that day never be happened in my life.Sepanjang jalan ke semarang, truly,i lost half of my heart. Sampai disana, pecah semua pertahanan. Diantara azan, doa, tahlil, rasanya my heart broken. Pertama ketemu budhe , she said "pakdhe udah gak ada nok, jangan lupain budhe ya" …sedihnya.When i saw him for the last time…bener2..i felt my heart broken.
for the last time..i really lost u pakdhe, baru sebulan yang lalu kita makan sekeluarga, senengnyaa..u always tease me, budhe yang baik, yang keibuan, pakdhe yang banyak becanda, bener2 unforgettable moment. I felt being love. Merasa bener2 disayang, diperhatikan.
it just a memory now. Rasanya baru sebulan yang lalu pakdhe mendoakan khusus for me. Sama2 with my family u gave me a special prayer. Prayer yang "dalem" semoga, InsyaAlloh jadi kenyataan, walopun dengan bentuk yang lain..
Selamat jalan pakdhe.. InsyaAlloh, i’ll keep this sillaturrahiim with ur family, i’ll memorize u as my second father, i really lost u pakdhe,,tapi InsyaAlloh Ikhlas. Rabb, punya rencana lain..yang InsyaAlloh indah..buat kita semua.