Sayangilah muridmu yang pandai karena dia akan jadi guru, Sayangilah muridmu yang bodoh karena dia akan menjadi pejabat

Filed under: Uncategorized — frenchflower at 12:39 am on Sunday, June 1, 2008

Bukan maksud saya untuk mengatakan bahwa semua pejabat yang saat ini duduk di perusahaan atau pejabat yang duduk di pemerintahan atau pejabat manapun dulunya adalah berasal dari anak-anak yang bodoh. Tapi kalau ada yang merasa begitu ya tidak apa-apa

kan

guys?

Maksud saya, itu hanyalah sebuah istilah yang menggambarkan bahwa untuk menjadi seorang guru kita harus mampu mengenal dan memahami anak didik kita apa adanya. Tanpa membuat deskriminasi atau menganak emaskan anak didik yang pandai atau yang kurang pandai. Makhluk kecil yang bernama anak didik punya karakter yang berbeda-beda. Tapi apapun bentuknya makhluk mungil itu datang kepada kita untuk belajar dengan kita, belajar untuk mengenal dan memahami dirinya sendiri dan alam sekitarnya. Sebagai seorang guru, kadang kita akan merasa emosional ketika menghadapi anak didik yang lemah daya tangkapnya. Nah, itulah tantangan untuk bisa melembutkan hati dan pikiran (ini kalau katanya atasanku*) dalam mengajar. YA, bagaimana caranya agar kita bisa memperlihatkan karakter yang simpatik, empati dan ramah tamah menyerupai karakter guru- guru mereka saat masih di Taman Kanak- Kanak sehingga kita bisa merebut hati para makhluk mungil itu.

Jangan pernah memberi cap ‘anak bodoh’, pada anak didik kita. karena itu akan meruntuhkan motivasi mereka untuk menjadi lebih baik. Kalau saya pernah baca, dulu Albert Enstein adalah anak yang di anggap bodoh di kelasnya dan dikeluarkan dari kelas oleh gurunya. Tapi akhirnya dia justru menjadi penemu atau ilmuan yang ilmunya sampai sekarang dan kapapun justru akan di pakai dan di pelajari.

Itu artinya sebagai guru kita harus bisa membagi perhatian kita pada semua makhluk mungil anak didik itu. Anggap saja semua itu anak kita. Guru, profesi yang saya tidak bayangkan sebelumnya, tapi saya mulai mencintai profesi ini. Anak-anak adalah interest saya sejak lama, dan saya menemukannya disini. Saya memang orang baru di dunia pendidikan, dan guru bukan cita-cita saya. tapi karena saya sudah terjun di sini, saya ya ingin menjadi guru yang baik. untunglah di tempat bekerja saya sekarang saya mendapat partner yang mampu dan maju.

Tantangan dalam kehidupan guru memang tidak mudah. Kebanyakan hidup dengan gaji kecil, sarana dan prasana pendidikan minim, fasilitas yang mengundang air mata, terkadang dicaci maki dan disumpahserapahi kalau ada apa-apa dengan pendidikan. Pokoknya derita guru adalah tumpukkan kesedihan. Tetapi, tetap tegar berjuang demi profesi mulia. Saya sendiri bersyukur bisa mengajar di sekolah yang lengkap fasilitasnya, semoga saja niat baik saya untuk menjadi guru, pendidik bisa berhasil dan diterima banyak orang.

Bagaimanapun juga keberhasilan anak didik, adalah keberhasilan guru. kegagalan anak didik adalah kegagalan guru.



No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>