ijinkanlah..

Filed under: Uncategorized — frenchflower at 5:05 pm on Saturday, June 21, 2008

Ya Allah, Izinkanlah Hamba……..

Ya Allah……
  Bila hamba bertemu dengan seseorang
  dan hamba jatuh cinta
  Izinkanlah hamba menjadi yang terbaik baginya
  dan dia yang terbaik bagi hamba

Ya Allah……
  Bila Hamba menjadi istri seseorang
  Izinkanlah diri hamba menjadi pelindung baginya
  izinkanlah wajah hamba menjadi kesenangan baginya
  izinkanlah mata hamba menjadi keteduhan baginya
  izinkanlah pundak hamba menjadi tempat melepas keresahan baginya
  izinkanlah setiap perkataan hamba menjadi kesejukan baginya

Ya Allah……
  Izinkanlah setiap pelukan menjadi jalan untuk lebih mendekat kepadaMu
  izinkanlah setiap sentuhan menjadi perekat cinta kepadaMu
  izinkanlah setiap pertemuan menjadikan kami bersyukur kepadaMu

Ya Allah……
  izinkanlah hati yang sangat halus ini tidak pernah merasa tersakiti
  izinlanlah hati yang rentan ini tidak pernah merasa terkhianati

Ya Allah……
  jiwa kami ada dalam genggamanMu
  maka izinkanlah jiwa kami selalu bertaut dalam cintaMu

Ya Allah……
  permintaan terakhirku, semoga kami berdua selalu berada dalam perlindunganMu

this day..

Filed under: Uncategorized — frenchflower at 9:26 pm on Wednesday, June 11, 2008

this day..hari baru yang diberikan Alloh..semoga jadi hari yang baik..untuk seterusnya..lebih baik dari sebelumnya..

happy belated b’day..

Filed under: Uncategorized — frenchflower at 9:46 pm on Friday, June 6, 2008

Happy belated b’day..long life, happy love and life..may Alloh wipe my sadness..replace it with happiness..lebih baik kedepannya, lebih banyak joy and happiness ..being “the luckiest” girl in the world..”

Selamat ulang tahun..panjang umur, murah rejeki, great love and life..Alhamdulilah, dari teng jam 12 malem udah banyak yang ngucapin itu..it sounds nice..hehe..hmm..bahagianya.. J

Hari ini, I’m 27 years old. Alhamdulilah, diberi rejeki dan kebahagiaan yang berlimpah. Sadness?failed?hurt?

Ada

pasti. L Tapi yah..let gone bygone. Bukannya PASTI, Dibalik segala kesukaran terdapat segala kemudahan? never be skeptic. InsyaAlloh..

Bahagia? Pasti. Belated b’day kok..masak unhappy.. hihi..J

Many hopes here. Banyak doa yang terlantun disini. Semoga bisa jadi orang yang lebih baik, wiser, lebih mature, lebih independent, lebih humble..dan lebih istiqomah kedepannya.Many hopes.

Sometime masih ngerasa banyaaak sekali kekurangan daripada kelebihnya. The real fact nya memang begitu. Jadi, pengeeen banget memperbaikinya. Be a better person, each day, continously…terus dan terus.. InsyaAlloh.

Bless me ya Alloh, shower me with

ur

Rahmatan lil ‘alamiin.Dengan kasih sayang dan maaf –Mu. Jadikan saya yang banyak kurangnya ini sebagai orang yang lebih  tawadhu’, lebih istiqomah dan lebih sholihah. Give me an opportunity to fix my faults, memperbaiki my failure..becomes a better person..dan pssst…(let this become our little secret..:D) ketemu a person yang memang “he’s the one”..a true soulmate..hehe.. J amiin..

Sayangilah muridmu yang pandai karena dia akan jadi guru, Sayangilah muridmu yang bodoh karena dia akan menjadi pejabat

Filed under: Uncategorized — frenchflower at 12:39 am on Sunday, June 1, 2008

Bukan maksud saya untuk mengatakan bahwa semua pejabat yang saat ini duduk di perusahaan atau pejabat yang duduk di pemerintahan atau pejabat manapun dulunya adalah berasal dari anak-anak yang bodoh. Tapi kalau ada yang merasa begitu ya tidak apa-apa

kan

guys?

Maksud saya, itu hanyalah sebuah istilah yang menggambarkan bahwa untuk menjadi seorang guru kita harus mampu mengenal dan memahami anak didik kita apa adanya. Tanpa membuat deskriminasi atau menganak emaskan anak didik yang pandai atau yang kurang pandai. Makhluk kecil yang bernama anak didik punya karakter yang berbeda-beda. Tapi apapun bentuknya makhluk mungil itu datang kepada kita untuk belajar dengan kita, belajar untuk mengenal dan memahami dirinya sendiri dan alam sekitarnya. Sebagai seorang guru, kadang kita akan merasa emosional ketika menghadapi anak didik yang lemah daya tangkapnya. Nah, itulah tantangan untuk bisa melembutkan hati dan pikiran (ini kalau katanya atasanku*) dalam mengajar. YA, bagaimana caranya agar kita bisa memperlihatkan karakter yang simpatik, empati dan ramah tamah menyerupai karakter guru- guru mereka saat masih di Taman Kanak- Kanak sehingga kita bisa merebut hati para makhluk mungil itu.

Jangan pernah memberi cap ‘anak bodoh’, pada anak didik kita. karena itu akan meruntuhkan motivasi mereka untuk menjadi lebih baik. Kalau saya pernah baca, dulu Albert Enstein adalah anak yang di anggap bodoh di kelasnya dan dikeluarkan dari kelas oleh gurunya. Tapi akhirnya dia justru menjadi penemu atau ilmuan yang ilmunya sampai sekarang dan kapapun justru akan di pakai dan di pelajari.

Itu artinya sebagai guru kita harus bisa membagi perhatian kita pada semua makhluk mungil anak didik itu. Anggap saja semua itu anak kita. Guru, profesi yang saya tidak bayangkan sebelumnya, tapi saya mulai mencintai profesi ini. Anak-anak adalah interest saya sejak lama, dan saya menemukannya disini. Saya memang orang baru di dunia pendidikan, dan guru bukan cita-cita saya. tapi karena saya sudah terjun di sini, saya ya ingin menjadi guru yang baik. untunglah di tempat bekerja saya sekarang saya mendapat partner yang mampu dan maju.

Tantangan dalam kehidupan guru memang tidak mudah. Kebanyakan hidup dengan gaji kecil, sarana dan prasana pendidikan minim, fasilitas yang mengundang air mata, terkadang dicaci maki dan disumpahserapahi kalau ada apa-apa dengan pendidikan. Pokoknya derita guru adalah tumpukkan kesedihan. Tetapi, tetap tegar berjuang demi profesi mulia. Saya sendiri bersyukur bisa mengajar di sekolah yang lengkap fasilitasnya, semoga saja niat baik saya untuk menjadi guru, pendidik bisa berhasil dan diterima banyak orang.

Bagaimanapun juga keberhasilan anak didik, adalah keberhasilan guru. kegagalan anak didik adalah kegagalan guru.

tawadhu’,.Masihkah kita?saya?and? semoga..

Filed under: Uncategorized — frenchflower at 12:27 am on Sunday, June 1, 2008

Tiada satu pun karunia yang diperoleh seseorang yang bersikap tawadhu kepada Allah, kecuali Allah meninggikan derajatnya." (HR Muslim).
Hadis di atas menjamin ganjaran yang bakal diterima seseorang jika tawadhu. Menghilangkan kesombongan, tinggi hati, merasa hebat, dan segudang penyakit hati lainnya. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun seberat biji sawi." (HR Abu Dawud).
Manusia diciptakan untuk beribadah kepada-Nya. Pemahaman yang benar terhadap hal tersebut seharusnya tidak melahirkan orang kaya yang merasa lebih hebat dibanding lainnya. Pejabat merasa lebih terhormat ketimbang rakyat biasa, kiai merasa lebih benar daripada santrinya, atau generasi tua merasa lebih tahu ketimbang yang muda.
Hadis di atas seharusnya cukup membuat kita sadar dan takut. Shalat, puasa, zakat, haji, dan segudang amal saleh lainnya tidak menjamin kita masuk surga jika di dalam hati kita masih ada setitik kesombongan.
Bahkan, pejabat setingkat presiden pun tidak berhak sombong. Hal ini dikisahkan dalam hadis riwayat Ibnu Majah. Diceritakan seseorang yang gemetar ketakutan ketika menemui Rasulullah yang dipersepsikan sebagai raja diraja. Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh hina engkau.
Sesungguhnya, aku bukanlah seorang raja. Aku hanyalah anak seorang wanita yang memakan dendeng di Makkah." Subhanallah, betapa agungnya ketawadhuan Nabi SAW. Muhammad bin Abdullah yang seorang Nabi, kepala negara, kepala pemerintahan, raja, panglima militer, pengusaha sukses, pendidik, dan manusia yang dijamin masuk surga tidak membuatnya sombong sedikit pun.
Ketawadhuan beliaulah yang patut diteladani, diikuti, dan ditiru.

Seperti telah disebut dalam Alquran surat Alahzab ayat 21, "Sesungguhnya, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang berharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."
Marilah membuang jauh-jauh kesombongan dalam menjalani hidup yang singkat ini, seberapa pun hebatnya kita. Karena, sesungguhnya kekayaan, jabatan, ilmu, tubuh yang sempurna, wajah cantik, kecerdasan, dan bahkan anak istri kita adalah milik Allah yang dititipkan pada kita.

Sesungguhnya, orang yang berlaku tawadhu zaman sekarang ini sangatlah sedikit. Apakah kita termasuk di antara mereka? Mudah-mudahan. InsyaAlloh.